Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Aku dan Perpustakaan

Artikel ini pernah dimuat di akumassa.org ( http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/aku-dan-perpustakaan/ )

Aku punya pengalaman bersama sebuah tempat yaitu, perpustakaan. Perpustakaan-perpustakaan yang aku kunjungi dari dulu sampai saat ini.
Dulu waktu aku masih duduk di  bangku Sekolah Dasar di Sukabumi, aku lupa, apa aku pernah mengunjungi perpustakaan. Seingatku, waktu aku kelas 6, ruang kelasku adalah ruangan bekas perpustakaan. Aku hanya ingat, saat duduk di kelas tiga, siswa-siswi diperintahkan oleh guru untuk meminjam buku paket di perpustakaan sekolah. Namun karena pada waktu itu ada saudara sepupuku di kelas empat yang meminjamkan buku tersebut kepadaku, maka tak perlulah aku datang mengunjungi perpustakaan pada saat itu. Jarang sekali guru meminta kami untuk mencari bahan pelajaran di perpustakaan. Guru lebih sering merangkum buku-buku itu, lalu mendiktekannya kepada kami. Mungkin kemanjaan itulah yang membuatku terlupa tentang keberadaan perpustakaan sekolah.
Perpustakaan Forum Lenteng
Permisi, ini bukan tulisan narsis…

Saya adalah seorang gadis desa yang berasal dari sebuah kota kecil di Sukabumi. Saya sering mendengar kata ‘Depok’. Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga kini (usia saya 21 tahun), hampir semua teman sekolah memanggil saya ‘BelandaDepok’. Ya, saya tahu mengapa, hanya karena persoalan warna kulit saya yang putih. Dan kebetulan dulu sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saya sering pulang pergi ke Depok untuk mengunjungi para saudara di sana. Tinggal naik bus jurusan Sukabumi – Depok , satu kali.

Lalu, kenapa Belanda Depok? Sekali lagi ini bukan tulisan narsis! Kulit saya memang putih, karena sisa darah Belanda yang mengalir dari buyut saya. Itu pun hanya sisa. Dan kata ‘Belanda Depok’ pun tidak ada hubungan sama sekali dengan aktivitas saya yang sering berkunjung ke Depok.

11-11-11



Pagi itu aku, Otty, Diki dan Fauzi sedang berada di ruangan akumassa dengan kesibukan masing-masing. Sayup-sayup aku sedikit mendengarkan perbincangan mereka tentang hujan es. Dengan spontan aku menyela obrolan mereka.
“Kiamat ya?”
“Apaan?” tampak Otty kebingungan.
Ilustrasi kiamat pada film 2012 DoomsDay
Aku jelaskan kenapa aku menyebutkan kata ‘kiamat’. Dulu waktu aku masih duduk di bangku kelas 3 SD ada isu tentang kiamat dan akan adanya hujan es. Aku sendiri tidak tahu gosip itu berasal dari mana. Dikabarkan pada tanggal 9 September 1999, tepatnya pada pukul 09.09 WIB pagi kiamat akan datang. Semua pun tahu apa itu kiamat. Kiamat adalah hari kehancuran alam semesta. Aku dan hampir semua teman di sekolah merasa takut akan kedatangan hari kiamat itu. Saking takutnya, kami berencana tidak masuk sekolah pada tanggal 9 September. Malah ada salah satu temanku yang terkenal pelit, ketika beberapa hari menjelang hari kiamat dia berubah menjadi dermawan. Guru-guru juga mendengar gosip kiamat itu, tapi mereka terlihat santai.
Pada hari H, memang banyak teman-temanku yang tidak masuk sekolah. Aku terpaksa harus sekolah karena diomeli oleh ibu. Setiap satu kelas hanya ada sekitar 5-10 anak yang masuk sekolah. Sekolah tampak lenggang, akhirnya sekolah diliburkan dan kami pun pulang kembali ke rumah. Di perjalanan aku merasa was-was takut kiamat terlalu cepat datang. Berlari dengan mulut komat-kamit membaca surat-surat pendek yang aku hafal. Sampai lah aku di rumah. Aku pikir lebih baik kiamat datang ketika aku tidur. Aku pun memaksa diri untuk tidur. Dan tertidurlah aku.

Pada Hari Minggu

Artikel ini pernah dimuat dalam akumassa.org ( http://akumassa.org/kontribusi/dki-jakarta/pada-hari-minggu/ )

Saat iring-iringan demonstran bergerak menuju Istana, sebuah perintah keluar lewat toa dari mobil Polisi. “Bagi para pengendara motor dipersilakan memutar balik, agar tidak terjebak macet!” Beberapa detik kemudian, jalan menjadi semrawut karena bukan hanya para pengendara motor yang memutar balik, namun juga para pengemudi mobil. Sebagian dari mereka bahkan melintas di jalur busway.

Massa yang melakukan demonstrasi di Bundaran HI untuk
memperingati Hari Buruh
1 Mei 2011
09:24 WIB
sms (short message service) dari Mira kepada Ageung dan Zikri: ‘Gue udah di busway.. Doakan aku ya. Cepet nyusul kawans!’
Sukabumi, Jawa Barat
Ageung

Aku kembali ke Jakarta karena ingin melihat demo hari buruh di Istana Presiden bersama kedua temanku, Mira dan Zikri. Awalnya aku berencana menaiki kereta dari stasiun dekat rumahku di Parung Kuda, Sukabumi, pukul 6 pagi. Namun  karena terlambat bangun, aku pun tertinggal kereta. Akhirnya aku memutuskan untuk menaiki angkutan umum jurusan Sukabumi-Bogor menuju Bogor, lalu menyambungnya dengan kereta menuju Jakarta agar lebih cepat sampai ke Istana Presiden, tempat terpusatnya aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh.